Waktu yang Mengulum Asa
Makin mendera serpihan asa
Tiap lekuk waktu mengais jera
Bulir bening merintih dalam duka
Mengapa tanda tiada kunjung di ujung era
Tertatih menapaki lantai gersang pertiwi
Hasta demi hasta menjauhi kemelut hati
Dulu pernah seirama dalam lingkar janji
Hanya meninggalkan luka; pergi
Kini masih di sini
Luka-luka masih engkau senyumi
Seumpama tikam berulang kali
Bergulir waktu tiada terpungkiri
Mengulum asa dengan sejuta nyeri
Terpaku di sudut menahan sepi hati
#PanteuTeumuleh,
01.05.20
Comments
Post a Comment