Posts

Showing posts from 2023

Tersengat Lisan Berbisa

Yang tiada berarti adalah duri terselubung di balik lisan menari. Mengoyak seisi percaya di bejana rasa. Meski diam laksana punggawa pemitra mahkota raja.  Api di sekam diumpamakan untuk mengecoh kebenaran. Tingkah dan nyata meninggalkan ambigu untuk yang percaya. Mereka lupa dalam daging membekukan fakta.  Ini kisah di singgasana yang membela paduka. Mungkin karena tidak punya fatwa, ataukah kebetulan belaka? Jangan sampai tersengat lisan berbisa.  Sementara... Tentang inilah yang sebenarnya ada  #PanteuTeumuleh, 09.09.23

LEARN ENGLISH

Image
Sebuah buku karya Muhasir,S.Pd.,MS yang memperkenalkan praktik baik jenjang SMA dengan judul LEARN ENGLISH . buku ini berukuran 18x23 cm, ISBN (masih dalam proses). Sinopsis:  Buku ini menyajikan dan menjabarkan materi dan langkah-langkah pembelajaran atau alur tujuan pembelajaran Bahasa Inggris untuk membantu murid mencapai kompetensi yang diharapkan. Selain disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013 dan prisnsip Merdeka Belajar, murid diajak untuk berpikir kreatif, analistis, dan inovatif.  

Tatkala Kopi Tanpa Gula

Banyak yang menyela  Mencoba cocokkan seteguk rasa  Di saung kecil pinggir desa  Lewat hamparan oriza sativa  Tujuh belas tanya muncul di dada  Dengan segelas kopi lepas dahaga  Hambar meronta oleh janji belaka  Nikmat arabica hilang tanpa gula  Lalu pak tua balik bertanya  Seolah diri dalang pemicunya  Manakah adil memisahkan rasa  Sudah terjodoh dari zaman sedonia  Kitab purwa kembali dibaca  Di saung itu hingga senja  Coba meraba sambil mengeja  Ayat-ayat mana pantas menjadi punggawa  Hati-hati mengaduk rasa  Jangan sampai menjadi tercela  Pesan pak tua di ujung senja  Yang masih yakin dengan sebuah makna  #PanteuTeumuleh, 31.03.23

Wajah Semesta

Secara asa menatap iba Lesung pipi merona oleh senja Telah tiba masa yang seyogyanya  Proses alam hingga akhir tahta  Aku, kamu, semua kita  Tidak luput meski berharta Bukan alasan dengan elok rupa  Pun juga pangkat menjulang angkasa  Saat tiba jatah kesana  Tinggalkan semua yang tercinta  Hanya tiga yang antar kita  Namun tetap satu pendamping selamanya  Renungkan wajah semesta  Kita ini hanya tanah tak berharga  #PanteuTeumuleh, 21.03.23 

Alam

Alam mengajarkan kita tentang banyak hal. Untuk itu, pilihlah hal tersulit sebagai pondasi kehidupan. Setidaknya, ketika kita terjatuh, tidak serta merta kita mengeluh. Karena memang kita sudah terbiasa dengan situasi tersebut.  #MKQuote

03.03.23

Satu kali kuanggap biasa  Dua kali masih berkisar saudara  Tiga kali wibawa perlu dijaga  Umpama mimpi belum tergoda  Arah ilusi kian membahana  Tersadar diri hanya rayuan tidur senja  Ketiga kali dari tiga rasa  Dua pertiga adalah klimaks goda  Aku putuskan dengan seksama  Tiga dasawarsa terlelap dalam senina  #PanteuTeumuleh

Quote

 _*Ada hal yang perlu saya pertimbangkan ketika orang memberi "pembenaran" kepada kesalahan yang saya perbuat. Yaitu, kesempatan bagi dia untuk mendapat keuntungan disaat menjatuhkan diri saya.*_ #MKQuote

Hari Ini

Mendayu pekik kenari di pagi Sepoi angin menyentuh pipi   Di jalan kecil bergelut sepeda mini  Antara ilalang dan pipit yang sembunyi  Serakah kata mengatur diksi  Jelang senja dalam buku diari  Untuk esok dimulai kini  Pada telaga bening tercurah isi hati  #PanteuTeumuleh

Eumhhh Emilie

Lemah geta ini diduduki Maha Raja  Permaisuri tak pulang menganyam di sukma  Senja pun ikut memerah saga  Seolah riak cemburu hempaskan dermaga  Sungging mu labilkan pikir ku  Meski jauh di ujung talas setia menunggu  Memupuk rasa menyemai asa  Kiranya nadiku berdetak satu dua  Kini, esok, dan nanti  Cerita kita silih berganti  Lembaran baru tercatat dengan diksi  Sukma ini berharap bukan ilusi  Dalam rangkul kasih pujaan hati  #PanteuTeumuleh, 24.02.23

23

Dua tiga yang aku rasa Seiring angka indah tertata  Buku rindu tertulis nama  Tinta emas sajak asmara  Melangit doa saban senja  Pasrahkan raga pada pencipta  Kidung rindu melambai pesona  Kiranya bisik hati bukan lah goda  Dua tiga penutup rasa  Indah tertata di antara dua  Hati yang jauh melenguh asa  Agar bersua tuk saling menyapa  #PanteuTeumuleh, 23.02.23

Ibunda

Pantaskah? Seuntai kata aku sematkan untuk bunda  Sebut hari ibu sebagai tanda cinta  Sementara kulit mu melepuh disinari cuaca  Pantaskah? Selamat hari ibu aku jadikan cerita  Memperlihatkan ke dunia seolah ada cinta  Sementara engkau entah di mana  Pantaskah? Cuma hari ini saja  Engkau besarkan aku dalam sejuta duka  Sementara ucapan ini hanya untuk media  Pantaskah? Rangkul aku dalam sujud mu bunda  Maafkan anakmu dengan sejuta iba  Selamatkan aku dari kata durhaka  #PanteuTeumuleh

Di Sana

Pernah bersama di suatu senja  Terbuai dalam ayunan kicau kaka tua Kilo meter nol Indonesia  Pulau sabang merajut sepatah kata  Waktu berlalu  Ombak menggulung senyapkan syahdu  Kenangan indah tinggal di kalbu  Di balik tirai hati merintih pilu  Ukiran stingray batok kerambi  Tersemat syahdu di tanda hati  Sulit terlupa kisah senja hari  Tersimpan indah hingga kini dan nanti  Meski raga kita pun telah pergi  #PanteuTeumuleh 

Sang Penyabar

Hembuskan sepatah hasrat tuk secarik mawar  Dalam diam menjenguk rindu di air tawar  Tidak berniat jodohkan petir bergelegar  Ingin rasa ini tidak berlama hambar  Walau tenggelam di muara dasar  Dalam senyum saban hari engkau umbar  Penantian ini berlangsung hingga ujung tikar  Harap aku tetap memuncak di gunung sabar  Seiring waktu kian memutar  Pada sang khalik berupaya tuk ikhtiar  Puncak kebersamaan akan mengakar  Satu bahtera kita bersama berlayar  Seiring sang surya memancar  #PanteuTeumuleh

Alunan Kasih

Sukma ku adalah buluh perindu Tergagas pada bait merindu  Melerai resah yang kusebut semu  Di antara Alunan kasih merayu  Waktu larut menjamu  Bulir bening penutur haru  Pada rembulan coba mengadu  Kekasih hati pengukir pilu  Sejuk kian mendekap  Rasa rindu punah berharap  Alunan kasih yang aku ratap  Menghilang; selamanya entah sesaat  #PanteuTeumuleh

Sepilu Jiwa

Saat gelora mencakar hawa senja Memantik ribuan rasa 'tuk dekap janji kita Semilir lara menggunung seketika Pada siapa bertanya aku pinta? Labirin mengekor entah kemana Candu dupa kusebut dalam senina Ada rasa sepilu jiwa Kutengadah bermunajad pada Nya Tabir ini hadir untuk menggoda Meski sabar telah kurintih selaksa Kerikil jenuh melampaui niat di dada Adakah peluang meski sekecil zarrah untuk hamba? #PanteuTeumuleh

Yang Tersakiti

Mengapa aku yang harus pergi  Berganti waktu mengalah untuk tau diri  Meski sering madu aku suguh di pagi hari  Dengan harap agar tiada konflik di hati  Mengapa aku yang harus pergi  Menjaga perasaan mereka yang wara wiri  Harus sembunykan luka tiada berdarah di hati Padahal salah bukan aku yang mulai  Mengapa aku yang harus pergi  Kemana teduh aku hinggapi  Adukan duka yang tak sanggup lagi  Kiranya ini bukan alasanku untuk harakiri  Mengapa aku yang harus pergi... #PanteuTeumuleh 

Emilie 2

Sepagi ini resah itu menjadi  Bukan karena embun lupa menyirami  Bukan pula ilalang yang enggan mandi  Jiwa ini makin terbinar oleh bisik di hati  Netra itu dapat ku tatap  Seakan lama sudah aku dekap  Walau jarak jadikan perangkap  Bara rindu ini kubiarkan sementara mengendap  Dalam sila aku berikhtiar  Semoga hatimu ikut berlayar  Arungi luas samudera rasa  Hingga ke tepi puncak bahagia  Bermunajad saban waktu menyebut dinda  #PanteuTeumuleh, 21.02.23

Pawana Asmara

Pada senja menjuntai  Embun kasih yang seringai  Labuhkan harap dalam lunglai  Pawana kasih menyeruak tiap buai  Agungkan rasa tahta cinta  Di kalbi kenang sejuta makna  Resah memuncak di bukit karbala  Umpama riak hempaskan buih asmara  Peraduan ini selimut sepi  Bayang kasih sebatas ilusi  Merona rasa terbakar tak terpungkiri  Sebatas catat alasan untuk pergi  Engkau yang ku nanti  #PanteuTeumuleh

Emilie

Belum terlalu waktu melaju Memandang pun seumpama ambigu  Hanya secarik kertas rupai dirimu  Sering kuintip meskipun malu  Dalam nada terselip canda  Senyum bertabur alirkan rasa  Dalam jarak doa kupinta  Kiranya waktu pertemukan netra  Kini sukma menjauh raga  Ingin bersenda dalam kosa  Batin ini ingin mengeja  Apakah dirimu, aku merasa? Semoga mimpi jadikan cerita  #PanteuTeumuleh, 19.02.23

Quote

Orang-orang yang mau belajar, bukan mengeluh sebagai solusi. Tetapi, berikhtiar untuk solusi.  #MKQuote

Bumi Serambi

Salam lestari belahan bumi Anak negeri yang dikagumi Sejahtera mereka dan kami Hasil melimpah untuk dikotomi  Perlahan waktu mulai merambah  Pendatang rebut hasil melimpah  Mulai mineral, emas, rempah  Kekayaan rakyat kian dijajah  Diam seribu bukan alasan  Hilang wibawa para pasukan  Terhimpun rakyat untuk melawan  Para penjajah siap disingkirkan  Semangat rakyat mulai berkobar  Membantai musuh tiada tawar  Bangsa Aceh ini berkoar  Seumpama singa yang lapar  Awal mula pasukan garang  Tiada surut ketika perang  Tidak peduli nyawa melayang  Demi martabat leluhur moyang  Sepenggal kisah tanah sultan  Tersimpan rapi untuk kenangan  Bumi Teuku Umar Pahlawan  Seiring doa kita panjatkan  Sampai disini kisah tersusun  Jika salah dalam melantun  Haturkan maaf sampai di ubun  Maklumi kami yang culun  #PanteuTeumuleh 

Quote

Orang yang rajin, menghabiskan uang untuk belajar. Orang yang malas, diberi uang tapi tidak mau belajar. #MKQuote 

Quote

Belajar itu penting. Bukan untuk pintar, tetapi untuk paham. Paham untuk tidak dibodoh-bodohi.  #MKQuote 

Lembah Saga

              Kampung Lembah Saga ini memang sudah lama terkenal dengan keangkerannya. Beberapa tahun yang lalu dua orang masyarakat disini menjadi korban akibat masuk hutan lembah saga saat hari larangan. Menurut informasi dari masyarakat sekitar, lembah saga adalah sebuah Gua yang agak lumayan besar. Memiliki mulut gua sebesar dua kali ukuran rumah 3x6 meter persegi. Mulut gua itu sendiri tertutupi dengan kayu kayu kecil yang tumbuh sendirinya, mengeluarkan hawa sejuk dan memiliki sedikit kabut abu-abu merupakan ciri khas mulut gua tersebut. Sukarman, penduduk sekitar gua saga itu selalu masuk hutan untuk mencari rejeki dengan menarik rotan dan getah kayu manis, namun ia tetap mematuhi larangan untuk tidak masuk kesana pada hari jum’at atau hari rabu akhir bulan Muharam. Siang itu ada TIM dari Pemerintah pusat untuk melakukan survei jalan, lalu bertemu dengan Karman yang baru saja memperbaiki sepedanya di belakang rumah. ...

Elegi Senja

Tentang hari ini  Muara janji hanyutkan elegi  Kudekap berjuta tanya untuk pasti  Riak, gemuruh, atau ombak untuk pergi  Bernyanyi dengan waktu  Dalam biduk sejuta aksara diramu  Ingin meluapkan rasa mendayu  Meski tinta kasih setitik empedu  Badai itu kuakhiri  Menengadah dalam sepi  Sesak melanda tersimpan rapi  Aku yakin; ikhlas itu pembuang nyeri  Sekian lama telah terpatri  #PanteuTeumuleh

SURAT UNTUK SEMESTA

Salam hangat untuk semesta Apa kabar mu di penghujung masa? Aku sebagai hamba agak risau adanya Bagaimana dengan kamu; apakah juga tidak berbeda? Akhir-akhir ini kamu sering mengelinjang Banyak bangunan yang sempoyongan Kubus-kubus kota berantakan Jiwaku ikut terguncang Aku ingin memohon dengan perasaan Bisakah untuk tidak dulu bernapas kencang Tanaman-tanaman rimbun menghijau agar tak tumbang Apalagi bentang sawah ikut kegetiran Aku juga penuh harap sekujur nadir Jangan dulu air mata mu mengalir Hingga paku bumi ikut ke hilir Ataukah ini sudah takdir? Sekian dulu semesta Maafkan kami yang sangat malu menyebut diri hamba Saban saat berbuat nista Saling sikut sesama saudara Apalagi kalau menyangkut harta, nyawa tak berharga Di pojok saung aku meminta Ayat-ayat pendek berupa doa Kami ingin berdamai dengan mu semesta Kiranya wabah engkau telan hingga sirna Dari aku salam cinta #PanteuTeumuleh

Secawan Rasa

Sepoi rasa tak mengira Bertahun sudah di benak tersimpan dilema Menyapa; atau sekadar menatap diujung netra Kini berdua cengkrama sapa Gejolak jiwa bungkah asmara Bak mimpi yang lama tersimpan di dada Salam hangat terbalas dari pulau sumatra Dua rasa terpatri dalam canda Entah lena ini terbawa senja Bukan ngigau terkadang aku rasa Nyata, bersama kami riuh bak kicau dara Indah nya masa rindu terbalas selaksa Dalam batin ini ucap salam seteguk asmara #PanteuTeumuleh

Kemumu

Meliuk nun sendu Tidak serakah untuk berpacu Hajat asmara bersenda dengan waktu Bicarakan saja jika kita setuju Pada wajah sumringah aku berjanji Seperti kemumu yang berseri Untuk mu meski laut di sebrangi Napas berpacu untuk rindu ini Kiranya detak itu sama Tempias rindu berujung pelangi cinta Walau senyap dalam memoar rasa Denting ijabah tersemat di atas geta Bersenda gurau dalam geta asmara #PanteuTeumuleh

Rebah Petang

Berputar mentari merubah elegi Hilang malam sonsong pagi Seumpama roda butuh gerigi Riwayat hidup sebelum pergi Usia dijaga agar berguna Nasihat indah serta bijaksana Bukan mencari merusak makna Petuah endatu malam purnama Sebutlah kini rebah petang Tempat bertumpu kini berkalang Bisa berbalik walau terkadang Lain diucap sakit dipandang Di pipi merona alir Rasa jiwa terasa getir Karena bukan seorang selir Usia senja laksana pandir #PanteuTeumuleh

Buku karya luar biasa

Image
💖 https://www.instagram.com/p/CTgms0MlDPV7R3TLm8c95wK8C9AvmMSA0pVkgI0/?igshid=YmMyMTA2M2Y=   

Novel Karya Musafir Kelana

Image
 

Ibunda

Pantaskah? Seuntai kata aku sematkan untuk bunda Sebut hari ibu sebagai tanda cinta Sementara kulit mu melepuh disinari cuaca Pantaskah? Selamat hari ibu aku jadikan cerita Memperlihatkan ke dunia seolah ada cinta Sementara engkau entah di mana Pantaskah? Cuma hari ini saja Engkau besarkan aku dalam sejuta duka Sementara ucapan ini hanya untuk media Pantaskah? Rangkul aku dalam sujud mu bunda Maafkan anakmu dengan sejuta iba Selamatkan aku dari kata durhaka #PanteuTeumuleh , 22.12.22

Jejak Tsunami

Salam santun sebelum mulai Seluruh handai taulan diupayai Sebagai takzim untuk menghargai Teladan dari para kiyai Tahun 2004 terjadi Tsunami Aceh utama yang mengalami Banyak korban termasuk kami Tersiar kabar ke belahan bumi Upaya bantuan sana sini Bencana Nasional semua lini Darurat segala dalam opini Karena konflik GAM TNI Para punggawa bertukar kata Upaya damai mulai dicoba Martti Ahtisaari pegang Nakhoda Di bumi Helsinki berbicara Bantuan dunia ikut berdatangan Lebar terbuka pintu bantuan Mulai Eropa hingga asean Termasuk desa juga perorangan Kini Aceh damai asri Bangkit membangun semua bahari Rakyat berdaulat serta berperi Makmur sentosa bersama RI Hingga disini ringkas cerita Sepenggal kisah kasat mata Salam penutup penghilang derita Maafkan jika salah kata #PanteuTeumuleh , 27.01.23

Syair untuk Negeri (Pakaian Adat Atjeh)

  Salam pembuka kami ucapkan Untuk semua handai taulan Budaya kita orang timuran Sopan santun wajib lestarikan Pasti sering kita dapati Satu buah gagang belati Dipinggang pria disangkuti Saat tarian main seudati Kain songket ikat pinggang Songkok megah bak hulu balang Kaos putih lengan panjang Menari riang bukan kepalang Tapi kini semakin punah Tiada lestari budaya indah Kadang dihati terasa gundah Semoga tidak tinggal sejarah Belati kuning rencong pusaka Musuh Belanda banyak terluka Terkenal milik satria perjaka Pahlawan Atjeh Raja Malaka Sampai disini kisah belati Sejarah singgah masuk kehati Ulang kembali untuk dihayati Agar budaya tidak mati #PanteuTeumuleh , 05.02.23

Terpisah Nusa

Ada jeda yang terlupa Meski darah enggan bercengkerama Niscaya pelupuk netra membara Karena namamu terpajang setiap senja Goresan ini mendalam di kalbi Resah memuncak jelang pagi Wajah sendu dirimu menjauh pergi Yang kuingat rangkul kembali Hanya saja mimpi belaka Jarak kedua kita dipisahkan Nusa Selain rinda berkalang di dada Seuntai doa bermunajad pada-Nya Adakah obat pelepas dahaga untuk rasa yang sama? #PanteuTeumuleh , 06.02.23

Satu satu dua dua

satu permula rindu untuk bertemu menyiapkan asa untuk saling bertaut rindu sebuah rasa yang sulit untuk tidak berlaku satu masih dengan nada rindu meski semu awalan yang membedakan antara aku dan kamu terpojok lunglai menatap ragu akan masa itu dua selangkah dalam merangkai makna merangkak perlahan tentang arti rasa kiranya aku dan kamu satu kan kita dua sejoli dalam segala rasa beriring segandeng mengayuh bahtera biduk impian adalah kolam bahagia selama karena ke dua dua kita sudah pada masanya #PanteuTeumuleh, 01.01.22

Karya Saweu Pena

Image
Buku lainnya juga bisa didapat/dipesan melalui distributor tunggal CV Saweu Pena Publisher dengan alamat sebagai berikut: CV SAWEU PENA PUBLISHER Jl. Banda Aceh – Meulaboh, Kompleks Pertokoan Lamno, Kec. Indra Jaya, Kode Pos: 23657. Kab. Aceh Jaya WA 0812 6047 8235

Ilunia

Image
Sebuah Novel Karya Musafir Kelana diangkat dari kisah seorang gadis bermata biru Portugis Lamno, Kisah yang membuat pembaca akan melayang ke tahun 1990 an semasa konflik terjadi antara GAM dan TNI. Suasana yang tidak menentu ini tetap menuntut seorang remaja untuk terus mempertahankan status seorang pelajarnya di sebuah SMA. Bagaimana kelanjutan kisah haru ini? Dapatkan novelnya melalui nomor whattsup 0812 60478 235 atau via email musafirkelanawin@gmail.com.  

Inspirasi Tanpa Batas

Image
 Segera hadir!!! Buku luar biasa dari siswa/siswi SMP Negeri 1 Krueng Sabee beserta gurunya yang luar biasa. Inspirasi Tanpa Batas dari SMP Negeri 1 Krueng Sabee adalah buku perdana awal tahun 2023 yang mesti kita baca. Diisi denga puisi, cerpen, serta komik, buku ini menyajikan dengan bahasa yang apik dan sangat mudah dicerna oleh semua kalangan.  Silahkan hubungi distributor tunggal CV Saweu Pena Publisher via whattsup 0812 60478 235 atau email musafirkelanawin@gmail.com