Posts

Showing posts from February 12, 2023

Lembah Saga

              Kampung Lembah Saga ini memang sudah lama terkenal dengan keangkerannya. Beberapa tahun yang lalu dua orang masyarakat disini menjadi korban akibat masuk hutan lembah saga saat hari larangan. Menurut informasi dari masyarakat sekitar, lembah saga adalah sebuah Gua yang agak lumayan besar. Memiliki mulut gua sebesar dua kali ukuran rumah 3x6 meter persegi. Mulut gua itu sendiri tertutupi dengan kayu kayu kecil yang tumbuh sendirinya, mengeluarkan hawa sejuk dan memiliki sedikit kabut abu-abu merupakan ciri khas mulut gua tersebut. Sukarman, penduduk sekitar gua saga itu selalu masuk hutan untuk mencari rejeki dengan menarik rotan dan getah kayu manis, namun ia tetap mematuhi larangan untuk tidak masuk kesana pada hari jum’at atau hari rabu akhir bulan Muharam. Siang itu ada TIM dari Pemerintah pusat untuk melakukan survei jalan, lalu bertemu dengan Karman yang baru saja memperbaiki sepedanya di belakang rumah. ...

Elegi Senja

Tentang hari ini  Muara janji hanyutkan elegi  Kudekap berjuta tanya untuk pasti  Riak, gemuruh, atau ombak untuk pergi  Bernyanyi dengan waktu  Dalam biduk sejuta aksara diramu  Ingin meluapkan rasa mendayu  Meski tinta kasih setitik empedu  Badai itu kuakhiri  Menengadah dalam sepi  Sesak melanda tersimpan rapi  Aku yakin; ikhlas itu pembuang nyeri  Sekian lama telah terpatri  #PanteuTeumuleh

SURAT UNTUK SEMESTA

Salam hangat untuk semesta Apa kabar mu di penghujung masa? Aku sebagai hamba agak risau adanya Bagaimana dengan kamu; apakah juga tidak berbeda? Akhir-akhir ini kamu sering mengelinjang Banyak bangunan yang sempoyongan Kubus-kubus kota berantakan Jiwaku ikut terguncang Aku ingin memohon dengan perasaan Bisakah untuk tidak dulu bernapas kencang Tanaman-tanaman rimbun menghijau agar tak tumbang Apalagi bentang sawah ikut kegetiran Aku juga penuh harap sekujur nadir Jangan dulu air mata mu mengalir Hingga paku bumi ikut ke hilir Ataukah ini sudah takdir? Sekian dulu semesta Maafkan kami yang sangat malu menyebut diri hamba Saban saat berbuat nista Saling sikut sesama saudara Apalagi kalau menyangkut harta, nyawa tak berharga Di pojok saung aku meminta Ayat-ayat pendek berupa doa Kami ingin berdamai dengan mu semesta Kiranya wabah engkau telan hingga sirna Dari aku salam cinta #PanteuTeumuleh

Secawan Rasa

Sepoi rasa tak mengira Bertahun sudah di benak tersimpan dilema Menyapa; atau sekadar menatap diujung netra Kini berdua cengkrama sapa Gejolak jiwa bungkah asmara Bak mimpi yang lama tersimpan di dada Salam hangat terbalas dari pulau sumatra Dua rasa terpatri dalam canda Entah lena ini terbawa senja Bukan ngigau terkadang aku rasa Nyata, bersama kami riuh bak kicau dara Indah nya masa rindu terbalas selaksa Dalam batin ini ucap salam seteguk asmara #PanteuTeumuleh

Kemumu

Meliuk nun sendu Tidak serakah untuk berpacu Hajat asmara bersenda dengan waktu Bicarakan saja jika kita setuju Pada wajah sumringah aku berjanji Seperti kemumu yang berseri Untuk mu meski laut di sebrangi Napas berpacu untuk rindu ini Kiranya detak itu sama Tempias rindu berujung pelangi cinta Walau senyap dalam memoar rasa Denting ijabah tersemat di atas geta Bersenda gurau dalam geta asmara #PanteuTeumuleh

Rebah Petang

Berputar mentari merubah elegi Hilang malam sonsong pagi Seumpama roda butuh gerigi Riwayat hidup sebelum pergi Usia dijaga agar berguna Nasihat indah serta bijaksana Bukan mencari merusak makna Petuah endatu malam purnama Sebutlah kini rebah petang Tempat bertumpu kini berkalang Bisa berbalik walau terkadang Lain diucap sakit dipandang Di pipi merona alir Rasa jiwa terasa getir Karena bukan seorang selir Usia senja laksana pandir #PanteuTeumuleh

Buku karya luar biasa

Image
💖 https://www.instagram.com/p/CTgms0MlDPV7R3TLm8c95wK8C9AvmMSA0pVkgI0/?igshid=YmMyMTA2M2Y=   

Novel Karya Musafir Kelana

Image
 

Ibunda

Pantaskah? Seuntai kata aku sematkan untuk bunda Sebut hari ibu sebagai tanda cinta Sementara kulit mu melepuh disinari cuaca Pantaskah? Selamat hari ibu aku jadikan cerita Memperlihatkan ke dunia seolah ada cinta Sementara engkau entah di mana Pantaskah? Cuma hari ini saja Engkau besarkan aku dalam sejuta duka Sementara ucapan ini hanya untuk media Pantaskah? Rangkul aku dalam sujud mu bunda Maafkan anakmu dengan sejuta iba Selamatkan aku dari kata durhaka #PanteuTeumuleh , 22.12.22

Jejak Tsunami

Salam santun sebelum mulai Seluruh handai taulan diupayai Sebagai takzim untuk menghargai Teladan dari para kiyai Tahun 2004 terjadi Tsunami Aceh utama yang mengalami Banyak korban termasuk kami Tersiar kabar ke belahan bumi Upaya bantuan sana sini Bencana Nasional semua lini Darurat segala dalam opini Karena konflik GAM TNI Para punggawa bertukar kata Upaya damai mulai dicoba Martti Ahtisaari pegang Nakhoda Di bumi Helsinki berbicara Bantuan dunia ikut berdatangan Lebar terbuka pintu bantuan Mulai Eropa hingga asean Termasuk desa juga perorangan Kini Aceh damai asri Bangkit membangun semua bahari Rakyat berdaulat serta berperi Makmur sentosa bersama RI Hingga disini ringkas cerita Sepenggal kisah kasat mata Salam penutup penghilang derita Maafkan jika salah kata #PanteuTeumuleh , 27.01.23

Syair untuk Negeri (Pakaian Adat Atjeh)

  Salam pembuka kami ucapkan Untuk semua handai taulan Budaya kita orang timuran Sopan santun wajib lestarikan Pasti sering kita dapati Satu buah gagang belati Dipinggang pria disangkuti Saat tarian main seudati Kain songket ikat pinggang Songkok megah bak hulu balang Kaos putih lengan panjang Menari riang bukan kepalang Tapi kini semakin punah Tiada lestari budaya indah Kadang dihati terasa gundah Semoga tidak tinggal sejarah Belati kuning rencong pusaka Musuh Belanda banyak terluka Terkenal milik satria perjaka Pahlawan Atjeh Raja Malaka Sampai disini kisah belati Sejarah singgah masuk kehati Ulang kembali untuk dihayati Agar budaya tidak mati #PanteuTeumuleh , 05.02.23

Terpisah Nusa

Ada jeda yang terlupa Meski darah enggan bercengkerama Niscaya pelupuk netra membara Karena namamu terpajang setiap senja Goresan ini mendalam di kalbi Resah memuncak jelang pagi Wajah sendu dirimu menjauh pergi Yang kuingat rangkul kembali Hanya saja mimpi belaka Jarak kedua kita dipisahkan Nusa Selain rinda berkalang di dada Seuntai doa bermunajad pada-Nya Adakah obat pelepas dahaga untuk rasa yang sama? #PanteuTeumuleh , 06.02.23

Satu satu dua dua

satu permula rindu untuk bertemu menyiapkan asa untuk saling bertaut rindu sebuah rasa yang sulit untuk tidak berlaku satu masih dengan nada rindu meski semu awalan yang membedakan antara aku dan kamu terpojok lunglai menatap ragu akan masa itu dua selangkah dalam merangkai makna merangkak perlahan tentang arti rasa kiranya aku dan kamu satu kan kita dua sejoli dalam segala rasa beriring segandeng mengayuh bahtera biduk impian adalah kolam bahagia selama karena ke dua dua kita sudah pada masanya #PanteuTeumuleh, 01.01.22

Karya Saweu Pena

Image
Buku lainnya juga bisa didapat/dipesan melalui distributor tunggal CV Saweu Pena Publisher dengan alamat sebagai berikut: CV SAWEU PENA PUBLISHER Jl. Banda Aceh – Meulaboh, Kompleks Pertokoan Lamno, Kec. Indra Jaya, Kode Pos: 23657. Kab. Aceh Jaya WA 0812 6047 8235

Ilunia

Image
Sebuah Novel Karya Musafir Kelana diangkat dari kisah seorang gadis bermata biru Portugis Lamno, Kisah yang membuat pembaca akan melayang ke tahun 1990 an semasa konflik terjadi antara GAM dan TNI. Suasana yang tidak menentu ini tetap menuntut seorang remaja untuk terus mempertahankan status seorang pelajarnya di sebuah SMA. Bagaimana kelanjutan kisah haru ini? Dapatkan novelnya melalui nomor whattsup 0812 60478 235 atau via email musafirkelanawin@gmail.com.  

Inspirasi Tanpa Batas

Image
 Segera hadir!!! Buku luar biasa dari siswa/siswi SMP Negeri 1 Krueng Sabee beserta gurunya yang luar biasa. Inspirasi Tanpa Batas dari SMP Negeri 1 Krueng Sabee adalah buku perdana awal tahun 2023 yang mesti kita baca. Diisi denga puisi, cerpen, serta komik, buku ini menyajikan dengan bahasa yang apik dan sangat mudah dicerna oleh semua kalangan.  Silahkan hubungi distributor tunggal CV Saweu Pena Publisher via whattsup 0812 60478 235 atau email musafirkelanawin@gmail.com