Rajut Hawa Rimba
Bukan
sedang diam di antara juntai mahoni
Tidak
sedang meliuk rasa pahit setiap pori
Damar-damar
berserakan bersama kambium
Laksana
penat hati sedang terkulum
Aku
tertegun dengan kepak daun yang santun
Perangai
nuri bermanja di ujung ranting
Semakin
resah raga ini berpantun
Hingga
pekik jiwa melengking
Asmara
adalah senggama hawa
Lahirkan
berjuta rasa kelana
Pergi
dan terus meronta
Meski
seputik mawar menggoda
Kini
dan kiasan waktu merenda
#PanteuTeumuleh,
13.01.20
Comments
Post a Comment