Tatkala Kopi Tanpa Gula
Banyak yang menyela
Mencoba cocokkan seteguk rasa
Di saung kecil pinggir desa
Lewat hamparan oriza sativa
Tujuh belas tanya muncul di dada
Dengan segelas kopi lepas dahaga
Hambar meronta oleh janji belaka
Nikmat arabica hilang tanpa gula
Lalu pak tua balik bertanya
Seolah diri dalang pemicunya
Manakah adil memisahkan rasa
Sudah terjodoh dari zaman sedonia
Kitab purwa kembali dibaca
Di saung itu hingga senja
Coba meraba sambil mengeja
Ayat-ayat mana pantas menjadi punggawa
Hati-hati mengaduk rasa
Jangan sampai menjadi tercela
Pesan pak tua di ujung senja
Yang masih yakin dengan sebuah makna
#PanteuTeumuleh, 31.03.23
Comments
Post a Comment